“Bisakah kita merindukan seseorang yang belum kita temui sebelumnya?” tanya lelaki itu.
Baru semalam ia berangkat dari Sumbawa, menyusuri garis pantai sampai Poto Tano. Malam itu, ombak di selat Alas tidak begitu bersahabat. Barangkali ada seseorang yang telah meninggalkannya ketika bermain ayunan. Jadi diombang-ambingkannya kapal laut tua itu, sambil mengingat tragedi kapal tua Munawar yang tenggelam beberapa bulan sebelumnya. Ia bisa saja berteleportasi. Tapi jangkauan teleportasinya hanya sekitar 100 km. Ia khawatir kemunculannya yang tiba-tiba, dan kadangkala tidak dapat ia kontrol, akan membuat kehebohan bila ada saksi mata yang menyaksikannya. Toh, ia sudah ingin hidup sebagai manusia biasa. Kemampuan khususnya ingin ia tenggelamkan.
***
Bersahabat dengan Alien membawa napas romansa yang rumit, sistem yang kerap jadi bahan sambat di lini masa, isu-isu sosial di Indonesia bagian nyaris merata, dan secuil drama keluarga yang kita dapat atas kesadaran versi dewasa.