"Aku berharap ada sebuah tempat atau sebuah kota di mana orang-orang piknik di taman ditemani tetes hujan. Piknik hujan menjadi cita-cita sederhana dalam hidupku."
Piknik Hujan menghadirkan rangkaian kisah yang menjelajahi batas-batas antara realitas dan ingatan. Dalam kumpulan cerita pendek ini, pembaca akan diajak masuk ke dunia yang ajaib: sepatu yang jatuh cinta, telinga yang menghilang—untuk setiap rasa yang diramu menjadi keindahan, untuk rahasia yang tak pernah tuntas diucapkan, dan untuk kerinduan yang diam-diam tumbuh.